Artikel
Berjuang Melawan Keinginan Diri Oleh : Tuti Haryati
Tanggal : 16-04-2021 20:04, dibaca 302 kali.Berjuang Melawan Keinginan Diri
Oleh : Tuti Haryati
"Mujahid adalah orang yang berjuang melawan keinginan (hawa) diri (nafs)-nya." (Rasulullah Saw.)
Berkhikmad adalah orang yang menyerahkan jiwa raganya untuk selalu tanggap pada kebagusan dari semua kekurangan untuk menjadi tertata.
Sabda Nabi Saw tersebut, bahwa jihad adalah berjuang melawan diri sendiri (Jihad al-Nafsi). Dan ini jihad yang sangat besar dan berat.
Ya, musuh terbesar dan terberat kita adalah diri kita sendiri. Berjuang untuk melawan keinginan (hawa) diri kita sendiri adalah musuh yang sesungguhnya.
Kita seringkali dikalahkan oleh perangai buruk serta kebiasaan negatif yang ada pada diri kita. Kita dikalahkan oleh kemalasan. Kita dikalahkan oleh kesombongan. Kita dikalahkan oleh keserakahan. Kita dikalahkan oleh keputusasaan.
Hari ini pelajaran yang terbaik, untuk selalu melihat kebaikan orang lain. Sekecil apapun yang sudah dilakukan. Pembiasaan kita untuk selalu bilang "terimakasih, mohon maaf, apa yang bisa saya bantu dan selalu tanggap, saling membantu, dan mencari tahu apa yang kurang disekeliling kita". Ini adalah adab khikmad yang harus dimiliki oleh Murobbi.
Menuju gerbang kebaikan selalu diwarnai dengan segudang alasan yang muncul. Yang belum bisa menjalankan karena masih ada anak kecil, karena tidak diijinkan suami, karena tidak diijinkan orang tua dan lain-lain. Padahal untuk menuju sinergi perlu dilakukan semua yang siap berjihad.
Menyamakan frekuensi diri dengan sekolah dan keluarga menjadi hal yang mutlak jika kita sudah mengatakan untuk berjuang. Apalagi jika semua kendala akan muncul seperti kemalasan, ketakutan, capek dan banyak alasan. Padahal semua bisa ditumbangkan dengan kebersamaan dan kerjasama.
Apalagi kita semua tahu bahwa kemalasan akan berakibat penyesalan. Kesombongan adalah awal kehancuran. Keserakahan akan berujung penderitaan. Dan keputusasaan akan berakhir dengan kesengsaraan.
Jihad yang sesungguhnya adalah berjuang melawan segala perangai buruk serta perilaku negatif yang ada dalam diri kita.
Mengubah sikap malas menjadi rajin. Mengganti sikap sombong (takabur) menjadi rendah hati (tawadluk). Membuang sikap serakah (tamak) dan menggantinya dengan sikap menerima (qana'ah). Sikap cuek menggantinya dengan selalu tanggap. Sikap masa bodoh menjadi sikap Khikmad dan Menghilangkan sikap putus asa dengan memasukkan sikap optimis dan selalu berpikir positif akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik dan bermakna.
Mari berjihad melawan diri sendiri. Berjuang menjadi lebih baik dari hari ke hari. Terimakasih atas kebersamaannya. Bertekad untuk selalu belajar khikmad, disiplin, tidak menunda waktu.
Kantor SMP Islam Al Azhaar, Jumat, 16 April 2021 / 4 Ramadan 1442 H.
Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Cahaya Romadhon adalah Cahaya Al Quran dan Cahaya Kasih Sayang
- PI sebagai model pembelajaran era 4.0
- Tuti haryati : kopdar Alloh tidak salah mencipta
- Sekolahku Full Day, Bagaimana Sekolah Gurusianer?
- TANGISAN IMAM MALIK BIN ANAS KETIKA BUKA PUASA
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online