Berita
SMP ISLAM AL AZHAAR Upacara Peringatan Hari Pahlawan Pondok Pesantren Islam Al Azhaar Tulungagung_
Tanggal : 11/10/2021, 10:36:34, dibaca 115 kali.
_Reportase Upacara Peringatan Hari Pahlawan Pondok Pesantren Islam Al Azhaar Tulungagung_
Oleh: Ika Lasmita Sari
Rabu 10 November 2021, seluruh warga pondok pesantren Islam Al Azhaar Tulungagung melaksananakan upacara dalam rangka memperingati hari pahlawan. Tepat pada pukul 07.00 WIB, seluruh siswa dan siswi SMP Islam Al Azhaar Tulungagung telah hadir di sekolah dan yang kemudian akan diarahkan ke lapangan SMK Islam Al Azhaar guna mengikuti upacara peringatan hari pahlawan. Peserta upacara adalah seluruh dewan asatidz serta seluruh santri pondok pesantren Al Azhaar Tulungagung mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.
Sebelum upacara dilaksanakan, seluruh santriwan dan santriwati pondok pesantren Islam Al Azhaar Tulungagung berbaris sesuai dengan tempatnya masing-masing. Pukul 07.25 WIB, upacara peringatan hari pahlawan tersebut dimulai. Dengan tahap-tahap yang semestinya upacara peringatan hari pahlawan pun dilaksanakan.
Seluruh petugas upacara diambil dari siswa siswi pondok pesantren Islam Al Azhaar Tulungagung yakni mulai dari jenjang SMP sampai dengan jenjang SMA dan SMK. Seperti pelaksanaan upacara yang semestinya, usai pengibaran bendera merah putih yang diiringi dengan lagu Indonesia Raya dilanjut dengan mengheningkan cipta yang mana dipimpin oleh pembina upacara yakni Direktur LPI Al Azhaar Tulungagung, KH. Imam Mawardi. Selanjutnya, yakni pembacaan teks pancasila dan Ikrar Santri yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.
Setelah itu, dilanjut dengan penyampaian amanat yang disampaikan oleh pembina upacara. Pada pagi hari ini, pembina upacara menyampaikan tentang bagaimana hebatnya perjuangan para pahlawan dan pemimpin bangsa kita. Pasca di kumandang kemerdaan, berkumpullah para pejuang untuk menata indonesia yang mandiri dan berdaulat. Saat datang kembali penjajah maka di kepunglah kota Surabaya. Seorang pemuda yang terpelajar dan terdidik, yang jasadnya terbina dan berbudi pekerti yang luhur serta berperilaku yang baik.
Dengan bersilaturahmi, pemuda meminta doa kepada KH. Hasyim Asy'Ari. Pemuda tersebut menjalankan amanah mengorbankan seluruh warga Surabaya, untuk turun mempertahankan kemerdekaan. Terjadilah pertarungan yang sengit, akan tetapi berkat tirakat dan doa yang dikumandangkan ditengah malam yang dibawakan oleh orang-orang yang selalu diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Apa yang harus kita petik dari pertarungan yang tidak berimbang ini:
1. *Kekuatan spiritual* yang harus ditanamkan pada diri pelajar, pemuda, dan negeri ini serta bangsa ini. Kekuatan tersebut adalah kekuatan yang menghubungkan jasad kita dengan Allah SWT. Di akhir dari pertempuran tersebut adalah kebinasaan dan kehancuran karena kecongkaan dan keserakahaan. Dengan tirakat akan membawa kebaikan umat. Tirakat ini merupakan upaya yang optimal untuk meninggalkan permasalahan yang tidak berguna.
2. *Tekad keberanian*, tekad gentar, tekad membela agama tekad untuk membela negara, tekad untuk menjadikan negara yang merdeka dan berdaulat yang dikobarkan oleh pemuda, tekad ini menjadi kekuatan, perisai, dan membungkam pistol, meriam, serta senjata-senjata canggih. Ketika generasi mempunyai tekad maka akan kesuksesan diraihnya. Tidak ada kesusksesan bisa diraih dengan santai dan tidak mengindahkan amanah-amanah yang diberikan.
3. *Kebersamaan, kesatuan, bersinergi dan menjunjung tinggi apa yang harus kita tegakkan*, bergerak bersama dan berjuang bersama menyatukan tekad, itulah adalah kekuatan dalam untuk mempertahankan kemerdekaan. Dengan gotong royong mampu memberikan kekuatan dan dengan gotong royong negara kita adalah bentuk negara yang saling bekerja sama. Banyak pahlawan yang tidak dikenal bahkan tidak diketahui maka mari kita doakan negara ini agar menjadi negara yang berdaulat dan para pemimpin kita di lindungi, dijaga, dan mampu meneruskan amanah para pahlwan kita. 10 November adalah jihad di medan laga untuk menghentikan penjajah. Diri kita adalah pahlawan untuk diri senidri. Diri kita adalah pahlawan untuk keluarga. Diri kita adalah pahlawan untuk negara ini.
Selesai penyampaian amanat dari pembina upacara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Lagu kebangsaan tersebut dinyanyikan oleh grup paduan suara yang mana diikuti oleh seluruh warga pondok pesantren Islam Al Azhaar.
Usai menyanyikan lagu, dilanjut dengan pembacaan doa yang dibacakan oleh petugas yang bertugas. Kemudian dilanjut dengan penghormatan yang ditujukan kepada pembina upacara, yang mana setelah itu pembina upacara meninggalkan lapangan upacara.
Sebelum pembubaran barisan, masih ada sambutan yang akan disampaikan oleh Bapak Kepala Desa Kedungwaru Tulungagung. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tentang waktu sangatlah penting dan pendidikan dan ilmu yang baik akan menghasilkan pemuda yang membanggakan. Bahkan Sayyidina Ali menyampaikan bahwa waktu adalah pedang. Jika kita tidak pandai-pandai dalam menggunakannnya itu akan melukai kita. Seperti kalimat yang pernah disampaikan oleh Ir Soekarno yakni “Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.
Setelah itu, pemimpin upacara dipersilahkan untuk meninggalkan lapangan upacara. Untuk selanjutnya pasukan dipersilahkan untuk dibubarkan oleh pemimpin peleton masing-masing. Alhamdulillah upacara dalam rangka peringatan hari pahlawan pada hari Rabu 10 November 2021 telah usai dan berjalan dengan lancar.
Kembali ke Atas
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online