Berita
SMP ISLAM AL AZHAAR Pelatihan Kaifatusholli
Tanggal : 11/14/2021, 12:49:07, dibaca 247 kali.
Pelatihan Kaifatusholli
Jum'at, 12 November 2021
Reportase oleh: Qintana Zahrotun Nisa dan Ika Lasmita
Pelatihan Kaifatusholli Asatidz Lembaga Pendidikan Islam Al Azhaar Tulungagung Bersama Tim KTC Persyadha Al Haromain. Pelatihan diikuti oleh semua asatidz dari Lembaga Pendidikan Islam Al Azhaar. Pelatihan dimulai pukul 08.00, diawali dengan dzikir jama'i. Dilanjutkan dengan prolog dan materi yang disampaikan oleh Tim KTC Persyadha Al Muharomain.
1. Untuk pembukaan beliau menyampaikan “Menyamakan sholat kita dengan sholat Rasullulah itu wajib”. Dilanjutkan dengan materi yang pertama.
2. Materi yang pertama adalah Keutamaan Sholat. Keutamaan sholat diantaranya:
a. Sholat adalah amal yang dihisab pertama kali.
b. Agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah sehingga kita terhindar dari api neraka dan diperkenankan oleh Allah langsung masuk ke surga.
c. Pelindung dikubur, jika seorang mayit itu seorang mukmin maka amalan sholatnya berada di sisi kepalanya.
d. Sholat itu mencegah kita berbuat keji dan murka, sehingga hidup kita bisa bahagia dan sejahtera.
e. Ketika kita bersujud kepada Allah, maka Allah akan meninggikan derajat kita.
f. Sholat merupakan obat atau penyembuh untuk jiwa dan raga.
g. Ketika kita sedang sholat sesungguhnya kita sedang berbisik (bermunajat) kepada Allah.
3. Materi yang kedua adalah Niat. Beliau menjelaskan niat sholat, niat menjadi imam maupun niat menjadi ma'mum.
4. Materi yang ketiga adalah Berdiri.Bagi yang sehat dan kuat wajib berdiri dengan cara:
a. Mengkadap kibliat.
b. Jari-jari kaki lurus menghadap kiblat.
c. Kedua kaki direnggangkab.
d. Bagi laki-laki mata kaki tidak tertutup celana atau sarung.
e. Kepala merunduk dan pandangan mata tertuju pada tempat sujud.
f. Tidak melihat atas selama sholat.
g. Mata terbuka, atau boleh terpejam demi ke khusyukan.
5. Materi yang keempat adalah Menyempurnakan Shof. Cara menyempurnakan shof:
a. Pundak merapat ke pundak teman sebelahnya.
b. Mata kaki merapat ke mata kaki teman sebelahnya.
c. Sebelum takbir membaca do’a masuk shof.
6. Materi yang kelima adalah Takbiratul Ihram.
Beliau menjelaskan ada cara mengangkat tangan:
a. Tangan sejajar dengan kedua telinga.
b. Tangan diatas kedua telinga.
c. Tangan sejajar dengan pundak.
d. Tangan sejajar dengan dada.
Waktu menggangkat tangan:
a. Tangan diangkat sebelum Takbiratul Ihram.
b. Tangan diangkat sesudah Takbiratul Ihram.
c. Tangan diangkat bersamaan dengan Takbiratul Ihram.
Cara meletakkan tangan (sendekap):
a. Tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri.
b. Diletakkan pada bagian dada.
c. Diletakkan pada bagian atas dada.
d. Diletakkan pada bagian atas pusar.
e. Diletakkan pada bagian bawah pusar.
f. Tangan boleh dilepaskan (Irsal).
7. Materi yang keenam adalah Do’a Iftitah. Beliau menjelaskan ada beberapa Riwayat bacaan do’a, dan kita bisa memakai do’a mana yang kita Yakini.
8. Materi yang ketujuh adalah Membaca Al Fatihah. Beliau menjelaskan bahwasanya:
a. Wajib membaca Al Fatihah baik itu imam maupun ma’mum.
b. Sebelum membaca Al Fatihah diawali dengan Ta’awwudz dan Basmallah.
c. Membaca Al Fatihah dengan suara pelan sehingga tidak mengganggu jamaah yang lain.
Pukul 11.30 Istirahat, sholat, dan makan siang. Pelatihan dimulai Kembali pukul 13.00, melanjutkan materi yang kedelapan.
9. Materi yang kedelapan adalah Membaca Aamiin. Beliau menjelaskan bahwasanya:
a. Membaca aamiin disunnahkan bagi seseorang yang sedang sholat.
b. Membaca aamiin Ketika sudah sempurna membaca ayat terakhir surat Al Fatihah.
c. Sebelum membaca aamiin terlebih dulu membaca رَّبّ٠اغْÙÙØ±Ù’Ù„ÙÙŠ.
10. Materi yang kesembilan adalah Membaca Surat. Beliau menjelaskan bahwasanya:
a. Membaca hanya pada rokaat pertama dan kedua.
b. Surat yang dibaca pada rokaat pertama lebih panjang dari pada rokaat kedua.
c. Dalam sholat berjamaah cukup imam yang membaca, makmum mendengarkan denga seksama.
11. Materi yang kesepuluh adalah Ruku’. Disini beliau dan tim memperagakan bagaimana ruku’ yang benar, yaitu punggung harus sejajar dengan kepala.
12. Materi yang kesebelas adalah I’tidal. Cara I’tidal:
a. Mengangkat tangan seperti takbiratul ihram seraya membaca do’a tasmi’.
b. Setelah berdiri tegak maka membaca do’a tahmid.
c. Ketika I’tidal kedua tangan boleh dilepaskan, atau tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri.
13. Materi yang keduabelas adalah Sujud. Cara bersujud:
a. Meletakkan kedua lutut.
b. Meletakkan kedua telapak tangan sejajar dengan Pundak.
c. Jari-jari dirapatkan.
d. Lengan tangan dan siku diangkat, tidak dihamparkan.
e. Bagi laki-laki, siku direnggangkan.
f. Bagi Wanita lengan tangan diangkat dan dirapatkan.
g. Pantat diangkat tegak lurus dengan lutut.
h. Paha tidak boleh direnggangkan.
14. Materi yang ketigabelas adalah Duduk diantara Dua Sujud. Ada 2 cara duduk diantara dua sujud, yaitu Duduk Iftirasy dan duduk Iq’a.
15. Materi yang keempatbelas adalah Bangkit Berdiri dari Sujud dan Tahiyat Awal. Cara bangkit berdiri:
a. Mendahulukan tangan dari pada lutut dengan menekan pada bagian paha.
b. Boleh menekan lantai dengan satu tangan, dilarang dengan dua tangan.
c. Pada rokaat ganjil, sebelumberdiri disunnahkan untuk duduk sebentar.
d. Ketika bangkit dari tahiyat awal maka mengangkat tangan seperti takbiratul ihram.
16. Materi yang kelimabelas adalah Tahiyat. Cara duduk tahiyat ada dua, yaitu; Duduk iftirasy pada tahiyat awal dan duduk tawarruk pada tahiyat akhir. Tata cata tahiyat:
a. Jari-jari tangan kiri dihamparkan pada lutut kiri.
b. Siku tangan kanan menempel pada paha kanan.
c. Jari tangan kanan membentuk angka arab 53.
d. Isyarat jari menunjuk bisa dilakukan sejak awal tahiyat.
e. Jari telunjuk boleh digerakkan.
f. Mengarahkan pandangan mata pada jari telunjuk.
17. Materi yang keenambelas adalah Salam. Tata cara salam:
a. Salam dibaca pendek, tidak dipanjangkan.
b. Salam dilakukan dua kali dengan menoleh ke kanan dan ke kiri dehingga pipi bisa dilihat oleh jamaah dibelakangnya.
c. Boleh satu kali salam tanpa menoleh, tetapi hanya sedikit miring ke kanan.
d. Makmum membaca salam setelah imam selesai membaca salam kedua.
e. Mengusap dahi setelah salam seraya berdo’a.
18. Materi yang ketujuhbelas adalah Wirid Setelah Sholat. Beliau menjelaskan bahwasanya sunnah membaca wirid setelah sholat.
19. Materi yang kedelapanbelas adalah Do’a Setelah Sholat. Do’a yang tidak boleh dilewatkan:
Do’a meminta ampunan untuk kedua orang tua. Dalam hal ini beliau menjelaskan; “Ketika seorang ayah/ibu memiliki timbangan amal lebih banyak dari pada anaknya dan tidak pernah mengajarkan amalan-amalannya kepada sang anak, maka orang tua tersebut tidak bisa menolong anaknya yang ada dineraka, justru orang tua tersebut yang akan masuk surga akan dimintai pertanggung jawaban karena tidak mau mengajarkan amalan tersebut kepada sang anak. Berbeda jika yang memiliki timbangan amal lebih banyak adalah sang anak. Seorang anak tersebut bisa menyelamatkan kedua orang tuanya karena setiap hari dia berdo’a meminta ampunan untuk setiap dosa yang telah dilakukan oleh kedua orang tuanya”.
Pada setiap materi, seluruh asatidz diminta untuk mempraktekkan apa yang telah beliau sampaikan. Semua asatidz sangat antusias mempraktekkannya. Pelatihan diakhiri pukul 16.30 dengan pembacaan do’a oleh Ustadz Lukman. Dilanjutkan dengan membaca Al Ash dan do’a akhir majlis. Semoga ilmu yang kita dapat bermanfaat, aamiin🤲
Kembali ke Atas
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online