Berita
SMP ISLAM AL AZHAAR Pelatihan Karya Ilmiah Remaja
Tanggal : 01/09/2022, 09:48:42, dibaca 3129 kali.
Reportase Kegiatan Pelatihan Karya Ilmiah Remaja
Kamis, 23 Desember 2021
Oleh: Candra Dewi Cahya Saputri, Okta Ayyuna Fu’adiniah, dan Woro Sawitri Amumpuni Suryandaru
Kegiatan Pelatihan Karya Ilmiah Remaja ini dilaksanakan pada hari Kamis 23 Desember 2021 bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Tulungagung. Pelatihan ini dihadiri oleh seluruh asatidz dan asatidzah pondok pesantren Al Azhaar yang ditugaskan, dengan pemateri yakni Bapak Yuda Setiabudi, S.T dari Kudus. Materi yang akan disampaikan yakni Pelatihan Karya Ilmiah Remaja bertemakan International Science Master Trainer. Kegiatan ini dimulai pukul 07.30 WIB yang diawali dengan dzikir jama’i. Usai dzikir jama’i, pukul 08.00 WIB acara dibuka dengan dipandu oleh pembawa acara yakni ananda Nadia dan ananda Alvina.
Susunan acara pada hari ini adalah:
1. Pembukaan.
2. Pembacaan ayat Al Quran.
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh ananda Khalisa.
4. Sambutan.
5. Acara inti.
6. Penutup.
Acara yang pertama yakni pembukaan yang dibuka dengan doa awal majelis. Acara selanjutnya yakni pembacaan ayat suci Al Quran oleh ananda Putri Wardah. Usai pembacaan ayat suci Al Quran, dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh ananda Khalisa. Kemudian, setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjut dengan sambutan oleh K.H Imam Mawardi selaku direktur pondok pesantren Al Azhaar Tulungagung.
Beliau menyampaikan bahwa KIR ini menjadi dasar untuk mengolah sebagian karakter anak untuk membentuk suatu tim kerja yang baik. Seorang pembimbing harus mempunyai tanggung jawab untuk membuat tim kerja guna menghasilkan tim yang baik, terorganisir, solid, dan menghasilkan hasil yang baik. Pembimbing harus bisa menuntun anak untuk saling melengkapi kemampuan dari masing anak yang berbeda-beda guna mewujudkan tim kerja yang seimbang. Pembimbing juga bertugas untuk menghilangkan rintangan-rintangan belajar yang dialami oleh anak.
KIR ini merupakan suatu bentuk dari kemampuan untuk mengeksplor, mengambil, mengembangkan, dan mengolah. KIR ini menjadikan seorang anak mampu berpikir untuk selalu menuntaskan pekerjaannya, dan juga menumbuhkan suatu naluri kepemimpinan. Kemudian untuk presentasinya sendiri mempunyai manfaat yakni menumbuhkan ingatan yang kuat dari seorang anak, mulai dari ingatan memori jangka pendek hingga memori panjang.
Setiap anak alangkah baiknya mempunyai sebuah dokumen, yang mana dokumen tersebut merupakan dokumen dari hasil karya anak. Sekecil apapun karya anak tersebut sangatlah baik untuk dijadikan dokumen yang kemudian digandakan sebanyak 5. Dokumen pertama untuk Kepala Sekolah, kedua untuk kedua orang tuanya diberikan ketika penerimaan rapot, ketiga untuk disimpan disekolah, keempat untuk dokumen pribadi anak, dan yang kelima sebagai bentuk kerjasama sekolah dengan perpustakaan daerah.
Sebelum menutup sambutannya, beliau berpesan bahwasanya sudah saatnya anak-anak kita tidak dibiarkan teracuni dengan industri-industri, contohnya industri game. Bukan vasilitas yang menjadikan anak semakin baik, akan tetapi visi misi, guru, dan kepemimpinan yang akan menunjang kebaikan tersebut.
Untuk acara selanjutnya yakni acara inti yang merupakan penyampaian materi dari narasumber yakni Bapak Yuda Setiabudi, S.T, yang di moderatori oleh Ustadzah Anik Kumaidah. Pertama-tama, moderator menyampaikan sekilas tentang riwayat hidup Bapak Yuda Setiabudi, S.T. Usai menyampaikan riwayat hidup beliau, dilanjut dengan penyampaian ketentuan pada acara hari ini yakni yang pertama penyampaian materi, yang kedua dilarang adanya intruksi lain selama penyampaian mater, dan yang ketiga sesi tanya jawab. Sedikit gambaran, pada dasarnya forum seperti ini sangat penting untuk diikuti guna menambah pengalaman untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Berikut materi yang disampaikan oleh beliau.
Dimana saja pasti akan ada orang-orang yang curang. Hal itu sangatlah disayangkan. Pada dasarnya kita itu harus menjunjung tinggi kejujuran dala berkarya. Jadi, sebuah karya itu harus dilandasi dengan sebuah kejujuran. Beliau menyampaikan sedikit cerita tentang seorang anak yang dimotivasi oleh gurunya, yang mana ia diberi buku tentang sebuah roket. Saat anak tersebut termotivasi, ia mulai belajar dari nol. Sampai pada saatnya ia mampu mengikuti lomba-lomba bertaraf internasional, dan menjadikannya sukses hingga mampu bekerja di Nasa. Dari hal tersebut bisa disimpulkan bahwasanya pintar itu tidak ada hubungannya dengan ras atau yang lainnya. Anak bodoh itu tidak ada, yang ada hanyalah anak malas.
Jadi, siapa saja yang mempunyai kompetensi harus senantiasa kita siapkan dan kita dukung. Tidak Cuma untuk mengejar kemenangan atau bahkan sertifikat, akan tetapi juga untuk meningkatkan level atau kompetensi mereka.
Dalam sebuah pembuatan karya ilmiah itu kita harus mempunyai sebuah ide. Jika kita menemukan sebuah ide, selanjutnya kita harus mencari jurnal guna menjadi sebuah referensi dari ide tersebut. Kemudian barulah kita sesuaikan ide tersebut sesuai dengan porsi yang mampu dikerjakan oleh seorang anak. Ide tersebut akan menjadikan anak semakin kompetitif berdasarkan ide yang diberikan. Berikut ini poin-poin tentang karya ilmiah:
1. Menggali ide:
a. Memperhatikan alam sekitar kita.
b. Penggunaan bahan-bahan disekitar untuk budidaya, obat, dll.
c. Indonesia mempunyai 30.000 jenis herbal yang mana beberapa sudah diidentifikasi dan beberapa belum.
2. Mengamati kebutuhan sekitar:
a. Setiap individu menginginkan kehidupan yang mudah dan nyaman.
b. Untuk mendapatkan kehidupan yang mudah dan nyaman tersebut membutuhkan sebuah alat.
3. Mencari kekurangan atau kelemahan sebuah alat:
a. Tidak ada alat yang sempurna, pasti ada kekurangan dan kelemahan.
b. Setiap kekurangan dan kelemahan tersebut perlulah diperbaiki. (Perbaikan inilah yang menjadi sebuah dasar dari penelitian atau inovasi). Sebagai contoh, karya ilmiah di suatu sekolah itu jangan hanya bergantung pada satu guru. Sistem atau alat itu digunakan untuk memperbaiki kelemahan manusia, bukan untuk menggantikannya.
4. Mentransformasikan budaya lokal menjadi budaya ilmiah:
a. Kekayaan budaya di Indonesia bisa dijadikan bahan dari sebuah penelitian.
b. Tarian, rumah, dan adat bisa diambil dan diterjemahkan menjadi sebuah karya ilmiah.
Membuat karya ilmiah itu juga harus memperhatikan hal-hal berikut, yakni:
1. Landasan Penelitian: buku 10%, mendengar 20%, melihat 30%, mendengar dan melihat 50%, mengutarakan apa yang ada di fikiran 70%, mengutarakan dan mengukur atau menguji 100%.
2. Metode ilmiah.
3. Membuat karya ilmiah.
4. Pertanyaan:
a. Why (latar belakang, tujuan, keuntungan).
b. How (metodologi penelitian, landasan teori).
c. What (realisasi, penelitian, hasil, diskusi, kesimpulan).
5. Isi karya ilmiah mulai dari bab 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
6. Metodologi penelitian:
a. Langkah-langkah harus sesuai standar.
b. Invensi dan investigasi.
c. Variabel bebas dan variabel terikat.
d. Data primer dan data sekunder.
e. Analisa data.
f. Kesimpulan.
7. Langkah-langkah penelitian.
8. Penilaian karya ilmiah:
a. Kreativitas (originalitas).
b. Kualitas penelitian.
c. Kemudahan aplikasi.
d. Kemampuan presentasi.
Sebelum mengakhiri materi pada hari ini, beliau menyampaikan bahwa fasilitas itu bukan hal pokok, akan tetapi dengan adanya fasilitas akan menunjang sekali.
Usai penyampaian materi, berlanjut ke sesi tanya jawab. Kemudian dilanjut dengan pemberian tugas berupa membuat poster karya ilmiah dengan ketentuan:
1. Poster= abstrak
2. Judul menarik dan tidak terlalu panjang.
3. Hukum 10 detik pertama.
4. Utamakan data dan gambar.
5. Model 1-2 kolom.
Poster karya ilmiah tersebut dikerjakan pada sesi kedua yang kemudian harus dipresentasikan oleh masing-masing kelompok yang nanti akan dibagi. Tepat pukul 11.30 WIB sesi pertama diakhiri, guna ishoma.
Pukul 13.00 WIB, sesi keduapun dimulai. Seluruh peserta pelatihan sudah berkumpul dengan kelompoknya masing-masing, yang selanjutnya harus mengerjakan tugas yang sudah diberikan bersama kelompoknya. Setelah itu 1 perwakilan dari kelompok laki-laki dan 1 dari kelompok perempuan mempresentasikan hasil tugasnya di depan audien lain. Tepat pukul 15.00 WIB acara pun telah selesai, moderator menyampaikan kesimpulan dari apa yang telah dipelajari pada pelatihan hari ini. Selanjutnya acara diakhiri dengan bacaan surah al ashr dan doa akhir majelis.
Kembali ke Atas
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online