Banner
Penerimaan Santri Baru
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
09 July 2026
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
Statistik

Total Hits : 266034
Pengunjung : 88518
Hari ini : 31
Hits hari ini : 313
Member Online : 43
IP : 216.73.216.114
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

ppws_online    ahmadharits

WORKSHOP PENINGKATAN KUALITAS GURU DAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN DI ERA MERDEKA BELAJAR

Tanggal : 07/27/2023, 09:59:24, dibaca 77 kali.
WORKSHOP PENINGKATAN KUALITAS GURU DAN DIGITALISASI
PEMBELAJARAN DI ERA MERDEKA BELAJAR

Bersama Bapak Yandri A., SH., MH. (Widyaprada Utama
Kemendikbudristek RI) dan Bapak Irfana Steviano, S. Pd., M.Ed.
(Pengembang Teknologi Pembelajaran di Dir. Guru Dikdas GTK
Kemendikbudristek RI)

Rabu, 26 Juli 2023, Di SMP Katolik Santa Maria Tulungagung

Pada pukul 13.25 WIB kegiatan diawali dengan membaca
Al Fatihah bagi yg muslim dipimpin oleh pembaca acara.
Kegiatan diawali dan dibuka dengan sambutan oleh bapak
Restu Perwakilan dari Dinas Pendidikan Kab. Tulungagung.
Beliau menyampaikan pembelajaran digital sangat diperlukan
di masa kini, kondisi sekarang sangatlah berbeda, banyak
metode dan sarana prasarana digitalisasi yang dapat digunakan
dalam pembelajaran. Kurikulum Merdeka bukanlah satu kurikulum
yang dipakai saat ini, yaitu gabungan gerakan dari para pengajar
dalam pengaplikasiannya. Beliau juga menyampaikan pelajar
tidak mengenal batas ruang dan waktu.

Acara kedua yaitu penyampaian materi oleh Bapak Yandri A., SH., MH.
Dalam penyampaian materinya, beliau mengangkat judul
"Menjadi Guru Profesional". Lima hal yang perlu dilakukan untuk
meningkatkan kualitas yaitu pertama menciptakan karakter yang
baik, kedua menghilangkan suatu hal yang tidak perlu, ketiga
melakukan inovasi, keempat menciptakan lapangan kerja, dan
kelima digitalisasi. Dalam 5 hal penting tersebut salah satunya
ialah digitalisasi.

Pada tahun 1994 sekolah menolak perubahan karena terlalu
suka berada di zona nyaman. Beliau, Bapak Yandri,
menyampaikan merdeka belajar adalah menentukan sendiri
dan diberi kebebasan untuk merancang pembelajaran namun
bukanlah kebebasan yang mutlak melainkan kebebasan dengan
pengarahan serta peran guru ialah sebagai fasilitator, tutor,
mentor dan motivator.

Salah satu ciri guru penggerak yaitu melakukan perubahan
sehingga menciptakan siswa yang berkarakter Pancasila. Untuk
menjadi guru profesional perlu adanya ungkapan pertama
menjadi guru adalah pilihan hidup yang benar, kedua bangga
menjadi guru, ketiga guru jiwa sekolah.

Beliau juga menyampaikan guru adalah aktor mutu sekolah
dimana mutu guru menentukan mutu pembelajaran, mutu
pembelajaran menentukan mutu lulusan dan mutu lulusan
menentukan mutu sekolah. Indikator guru bermutu yaitu
pengalaman hidup, kompetisi kepribadian, menguasai rasa
mendidik, kompetisi pedagogik, kompetensi profesional
(menguasai bidang ilmu yang ditempuh) dan menguasai
kompetensi sosial berupa interaksi sosial.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh beliau,
beliau menyimpulkan guru yang sering disenangi yaitu pintar
(menguasai ilmu yang diajarkan), sabar, penjelasan materi
mudah dimengerti, humoris, bukan penguji ketidaktahuan
siswa, bersikap positif. Selain itu beliau juga menyampaikan
jadilah teladan dalam berkomunikasi, menghargai usaha,
pribadi penuh energi, pendengar yang cerdas, hangat dan
bersahabat.

Diakhir penyampaian materinya, beliau mengingatkan kembali
bahwa guru adalah seorang profesional sekaligus role model
yang mana role model yang dimaksudkan ialah guru dapat
dicontoh dan diteladani oleh muridnya.

Ungkapan dari Bapak Yandri yaitu "Good Lecturers are costly,
but bad lecturers cost more". Guru yang baik itu mahal, tetapi
guru yang buruk itu lebih mahal. -Bob Talbert.

Pukul 14.30 WIB, dilanjutkan dengan acara selanjutnya
yakni materi yang disampaikan oleh Bapak Irfana Steviano, S.Pd. M.Ed.
(Pengembang Teknologi Pembelajaran di Dir. Guru Dikdas GTK
Kemendikbudristek RI).

Dalam pembukaannya, Bapak Irfana menyampaikan perlunya
belajar ilmu psikologi bagi para pendidik. Selain itu, beliau juga
menyampaikan bahwa seorang pendidik juga merupakan
seorang yang menguasai teknologi.

Untuk membangun suasana yang ceria, beliau memulai kegiatan
dengan kuis dengan website kahoot, dan terbukti, semua peserta
terlihat senang dan antusias mengikuti kuis. Setelah kegiatan kuis,
beliau memberikan sebuah kutipan bahwa, "Persaingan dan
permainan adalah obat pembelajaran di kelas."

Selanjutnya, Bapak Irfan menjelaskan tentang website ChatGPT,
yaitu sebuah website kecerdasan buatan yang cara kerjanya
memakai format percakapan. Selain dengan ChatGPT, beliau
memaparkan tentang pemanfaatan AI (Artificial Intelligence)
di aplikasi Canva dimana dengan AI, Canva dapat dimanfaatkan
untuk kegiatan pembelajaran yamg menyenangkan.

Selain menjadi seorang pendidik, guru juga diharapkan dapat
menjadi konten kreator. Untuk itu, di kesempatan ini, beliau
meminta peserta workshop untuk membuat konten secara
berpasangan dan menyuntingnya dengan aplikasi Capcut.
Usai kegiatan pemaparan, ada seorang peserta yang bertanya
tentang bagaimana penerapan pembelajaran digital di sekolah
berbasis pondok. Beliau memberikan solusi yaitu dengan
mendownload video lalu menampilkannya di layar proyektor.

Melalui segala teknologi yang digunakan di kelas, harapannya
anak-anak memiliki kompetensi di bidang teknologi dan mampu
bersaing di dunia kerja. Dengan sebuah puisi, beliau pun
menutup materi. Pukul 16.30 WIB, kegiatan workshop diakhiri
dengan doa dan foto bersama.


Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Rachmad -  [rachmadtri8855@gmail.com]  Tanggal : 27/07/2023
Semoga tambah berkah ilmunya


   Kembali ke Atas