Banner
Penerimaan Santri Baru
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
10 July 2026
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
Statistik

Total Hits : 266146
Pengunjung : 88519
Hari ini : 1
Hits hari ini : 33
Member Online : 43
IP : 216.73.216.114
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

ppws_online    ahmadharits

Flipped Classroom, metode pembelajaran efektif untuk belajar Bahasa Inggris.

Tanggal : 10/17/2023, 07:50:51, dibaca 106 kali.

Tulungagung, 16 Oktober 2023
Saat ini banyak sekali metode pembelajaran yang sangat berpotensi menggali kemampuan dan daya minta belajar siswa, salah satu metode terbaru yaitu Flipped Classroom. Metode ini pertama kali dikenalkan oleh J. Wesley Baker pada tahun 2000. Flipped Classroom dikenal sebagai metode belajar campuran antara tatap muka dan pembelajaran mandiri.Sedangkam implementasi metode flipped classroom dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu: pre-class (sebelum kelas), in-class (saat kelas dimulai), dan after class (setelah kelas selesai).
Dalam prakteknya terbagi menjadi 3 fase. Fase pertama siswa dimotivasi sudah mempelajari materi yang akan dibahas melalui video pembelajaran atapun link materi yang diberikan di luar kelas, dengan harapan siswa mampu mampu mengingat (remembering) dan mengerti (understanding) materi yang akan dipelajari. Pada fase kedua yaitu fase in-class, siswa dapat mengaplikasikan (applying) dan menganalisis (analyzing) materi yang telah dibaca.dipelajari melalui berbagai kegiatan interaktif di dalam kelas. Terakhir fase ketiga adalah mengevaluasi (evaluating) dan mengerjakan tugas berbasis project tertentu sebagai kegiatan setelah kelas berakhir (creating).
Dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Islam Al Azhaar Tulungagung, kami mengimplementasikan metode ini dengan memberikan video pembelajaran untuk dipelajari dirumah. Kemudian siswa diminta untuk meresume hasil belajar serta memberikan tanggapan maupun pertanyaan atas video tersebut. Dipertemuan selanjutnya siswa akan mempresentasikan hasil yang dipelajari di rumah, siswa lain akan memberikan tanggapan pada tahap ini memasuki (students-centered learning). Peran guru adalah sebagai fasilitator atau coach bagi setiap siswa. Siswa menjadi lebih aktif dan dapat mengatur waktu ataupun tempat yang paling nyaman untuk belajar. Siswa juga dapat mengulang kembali jika ada materi yang masih belum dipahami.
Dengan metode pembelajaran ini kami sebagai guru Bahasa Inggris memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengamati siswa mereka dalam memahami suatu materi, serta dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka. Selain itu manfaat yang kami rasakan adalah siswa akan memiliki tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri. Sehingga mendorong mereka untuk dapat mengembangkan keterampilan belajar individual yang lebih efektif. Saat mengalami kesulitan, siswa dituntut untuk mencari solusi dan menyelesaikan masalah tersebut secara mandiri. Kemandirian yang terbentuk dari peroses pembelajaran ini dapat menyebabkan peningkatan kepercayaan diri di kelas yang dapat berdampak positif pada peningkatan keterlibatan siswa dalam mengikuti pelajaran.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas