Banner
Penerimaan Santri Baru
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
09 July 2026
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
Statistik

Total Hits : 265982
Pengunjung : 88518
Hari ini : 31
Hits hari ini : 261
Member Online : 43
IP : 216.73.216.114
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

ppws_online    ahmadharits

Bersih Lingkungan, Wujud Syukur kepada Maha Pencipta

Tanggal : 04/06/2017, 00:37:05, dibaca 441 kali.

Tulungagung - OSIS SMP Islam Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung menunjukkan kembali eksistensinya di masyarakat dengan mengadakan Bersih Lingkungan 2017. Rabu (29/3), tepatnya di wilayah Tulungagung selatan, mereka membersihkan dua lingkungan wisata yang ada di sana. Pantai Gemah dan Telaga Buret menjadi sasarannya.


 


Pagi sekali, kelompok siswa yang menamai dirinya OZATARU itu berkumpul di halaman depan sekolah. Mereka diberi arahan tentang pentingnya menjaga lingkungan dari waka kesiswaan. Selain itu, motivasi yang menggebu juga diberikan oleh kepala sekolah mereka.


 


Bersama Pembina OSIS dan dua asatidz, rombongan berbaju putih itu menuju Pantai Gemah. Mereka menentukannya sebagai destinasi pertama yang harus dibersihkan. Hal itu sangat beralasan. Pasalnya, wisata baru di Tulungagung itu tidak hanya menyajikan keindahan pantai, tetapi juga menyuguhkan sampah yang tidak sedikit. Sebagian besar sampah di sana berupa bungkus makanan. Sampah-sampah itu biasa ditinggalkan oleh pengunjung. Setelah menikmati keindahan pantai sambil menyantap hidangan, pengunjung tidak langsung membawa pulang atau membuang bungkus makanan ke tempat sampah. Melainkan meninggalkannya begitu saja. Padahal tak jarang ditemui spanduk yang berisi larangan membuang sampah secara sembarangan.


 


Destinasi kedua berada di Telaga Buret. Awalnya, tempat ini tidak masuk dalam rencana kegiatan. Namun, karena tempat yang ditentukan pertama tidak mendukung, telaga ini menjadi tujuan kedua. Di sini, juga terdapat banyak sampah yang harus dibersihkan. Beruntungnya, tidak hanya sekadar membersihkan sampah, rombongan siswa ini juga mendapatkan ilmu tentang sampah, flora fauna endemik, serta asal usul adanya telaga ini. Mereka sangat antusias atas penjelasan pendamping wisata yang ada di sana.


 


Ilmu di sekolah ternyata tidak cukup banyak apabila dibandingkan dengan yang ada di luar sekolah. Selain bersyukur dengan wujud menjaga lingkungan, ternyata unsur rekreatif dan edukatif bisa didapatkan di mana saja, termasuk di luar sekolah. (fbr)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas