Banner
Penerimaan Santri Baru
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
09 July 2026
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
Statistik

Total Hits : 265968
Pengunjung : 88518
Hari ini : 31
Hits hari ini : 247
Member Online : 43
IP : 216.73.216.114
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

ppws_online    ahmadharits

karya ilmiah 31 januari 2020

Tanggal : 02/05/2020, 15:21:47, dibaca 161 kali.
Jumat pagi, 31 Januari 2020, diadakan bimbingan penulisan karya ilmiah yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMP Islam Al Azhaar. Kegiatan tersebut bertempat di Musala Ma'had Al Batul.

Bimbingan penulisan karya ilmiah ini bertujuan agar siswa SMP Islam Al Azhaar mampu membuat karya tulis sederhana. Karya tulis inilah yang akan mereka sajikan dalam ujian presentasi sebagai salah satu syarat kelulusan.

Dr. Eni Setyowati, M.Pd., pemateri acara tersebut mengawali kegiatan dengan memberi motivasi agar para siswa gemar menulis. Beliau mencontohkan seorang tokoh yang patut ditiru dalam bidang tulis-menulis, yaitu Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, M.Pd. Beliau mengatakan bahwa mantan Rektor UIN Malang itu mengawali sebuah kebiasaan menulis di jejaring sosial Facebook dengan bertahap, "Awalnya tiga bulan sekali. Kemudian sebulan sekali. Lalu, setiap hari, menulis,"

Beliau melanjutkan bahwa suatu ketika, tulisan-tulisan Prof. Imam ditemukan oleh seorang redaktur. Kemudian, tulisan-tulisan itu pun dikumpulkan dan dibukukan.

Dalam materinya, Bu Eni manyampaikan bahwa bagi siswa, tulisan berbentuk paper sudah bisa dikatakan ilmiah. Masalah dalam karya tulis itu dapat diangkat dari pengamatan maupun tinjauan pustaka. Yang terpenting karya tulis itu harus logis, sistematis, objektif, tuntas, kebenarannya teruji, dan sesuai kaidah penulisan.

Untuk mengawali proses menulis, menurut dosen IAIN Tulungagung itu, seseorang harus menemukan ide dahulu. Kemudian, mengerucutkannya menjadi topik. Dari topik itu, dilanjutkan menjadi sebuah kerangka. Lalu, dikembangkan menjadi sebuah karya tulis yang diharapkan.

Pada akhir sesi, dosen Jurusan Tadris Biologi itu membuka sesi tanya jawab. Ada lima siswa yang menyampaikan pertanyaan. Kelima siswa itu akan diberi sebuah buku untuk masing-masing di pertemuan berikutnya.


Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas