Berita
Bina Usroh SMP Islam Al Azhaar Tulungagung.
Tanggal : 10/23/2021, 16:10:42, dibaca 114 kali.
_Reportase Kegiatan Bina Usro SMP Islam Al Azhaar Tulungagung._
Oleh : Ustadzah Putri
Hari ini tanggal 23 Oktober 2021, seluruh asatidz jenjang SMP Islam Al Azhaar Tulungagung melaksanakan Bina Usro. Acara tersebut dilaksanakan mulai pukul 13.30 WIB di rumah Ustadzah Anne Wijayanti yang berlokasi di desa Gesikan, Pakel, Tulungagung.
Kegiatan diawali dengan dzikir jama'i yang dipimpin oleh Ustadz Syafiq. Selanjutnya yakni pembacaan do'a khotam yang dipimpin oleh Ustadz Ulil. Setelah selesai, dilanjutkan sambutan dari sohibul bait yakni Bapak dari Ustadzah Anne, Bapak Mukri. Beliau menyampaikan terimakasih atas kehadiran para asatidz dan mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam menjamu para asatidz. Beliau juga meminta do'a agar Ustadzah Anne diberikan kesehatan dan kelancara dalam persalinan beliau. Lalu, dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhaar, Ustadzah Sri Wahyuni. Beliau menyampaikan bahwa alhamdulilah acara bina usro setelah lama vakum dapat terlaksana lagi. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut.
Memasuki acara inti yakni tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Adhiem. Beliau menyampaikan anak adalah anugrah Allah SWT yang diberikan kepada pasangan suami istri. Anak menjadi rezeki yang harus disyukuri keberadaannya. Bagi orang tua diharapkan dapat memberikan didikan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Anak diciptakan memiliki 4 macam yang dijelaskan dalam al qur'an:
_Pertama,_ anak sebagai penenang hati, penyejuk jiwa, dan pemimpin orang-orang yang bertakwa. Tipikal ini menjadi yang terbaik dan tertinggi dari seorang anak.
_Kedua,_ anak sebagai perhiasan dunia. Anak diposisikan sebagai perhiasan dan kekayaan dunia bagi orang tuanya. Layaknya perhiasan dan kekayaan, anak diperlakukan, dijaga, bahkan disayang sebaik-baiknya oleh para orang tua.
_Ketiga,_ anak sebagai fitnah atau ujian,
Mungkin ini pula yang dimaksud anak sebagai amanah atau titipan yang diharus dijaga dengan sebaik-baiknya.
_Keempat,_ anak menjadi musuh. Yang berarti sebagai musuh di sini adalah menjadi pihak yang menghalang-halangi jalan Allah, merintangi jalan ketaatan kepada-Nya.
Lalu, ada hadis dhaif yang menjelaskan bahwa ajari anak tentang 3 hal:
أدبوا أولادكم على ثلاث خصال: على ØØ¨ نبيكم، ÙˆØØ¨ أهل بيته، وعلى قراءة القرآن، ÙØ¥Ù† ØÙ…لة القرآن ÙÙŠ ظل الله يوم لا ظل إلا ظله، مع أنبيائه
“Didiklah anak-anak kalian tiga hal ; cinta kepada nabi, cinta kepada keluarga nabi, dan membaca Al-Qur’an. Karena sesungguhnya para pembawa Al-Qur’an akan berada di bawah naungan Allah bersama para nabi pada hari tiada naunganlain selain naungan Allah”.
Terakhir beliau menyampaikan untuk mengamalkan Qobiltu Ijazah dari Mbah Maimun Zubair dimana "Jika sudah berumah tangga ketika masuk rumah diharuskan untuk uluk salam terlebih dahulu, baik di dalam rumah ada orang ataupun tidak, lalu membaca surah al ihklas insyaAllah rejekinya diberi kelancaran"
Akhir acara ditutup dengan surah al ashr dan do'a akhir majliz. Alhamdulilah acara berjalan dengan lancar dan khidmat.
Kembali ke Atas
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online